Kamis, 17 Februari 2011

AGAR ANAK DOYAN MAKAN SAYUR

sudah jadi rahasia umum, kok, bila anak-anak tak suka makan sayur. Coba, deh, Ibu-Bapak bertanya pada tetangga sekitar rumah, kebanyakan dari mereka akan memiliki problem sama. 'Memang, anak yang suka makan sayur paling satu atau dua orang. Sedangkan kebanyakan biasanya sulit. Hal itu sudah menjadi kenyataan di mana-mana Yang kerap terjadi, penyelesaian dilakukan dengan pemaksaan. Akhirnya terjadilan 'perang' ibu dan anak. Tak sedikit yang kemudian berkonsultasi ke ahli gizi. 'Mereka mengeluh 'Dok, kok, anak saya enggak suka sayur, sih? Padahal sudah saya paksa, lo. Sampai saya jejelin, tetap saja dia tidak mau makan.' Menurut saya tindakan tersebut kurang tepat. Makan sayur sebaiknya jangan dipaksakan karena semakin dipaksa anak semakin trauma dan semakin tak menyukai sayur,' tegas Lilik

BISA DIGANTI
Memang, kita akui makanan yang baik harus memiliki gizi seimbang. Untuk mendapatkan gizi yang baik, dalam makanan si kecil harus ada sumber karbohidrat, sumber lemak, sumber protein dan sumber vitamin. Misal, nasi berfungsi sebagai karbohidrat, sedangkan lauk-pauk sebagai sumber protein dan lemak. Nah, sayuran termasuk salah satu sumber vitamin.

'Namun jangan lupa, selain sayuran, sumber vitamin juga bisa didapat dari buah-buahan.' Jadi menurut Lilik, sayuran bisa diganti dengan buah-buahan.

Dengan kata lain bila si kecil menolak makan sayur sampai mengatupkan mulutnya, ya, enggak perlu dipaksa. 'Untuk sementara enggak makan sayuran enggak apa-apa. Apalagi bila anak sama sekali enggak mau menjamah sayur.' Cobalah untuk sementara waktu, sumber vitamin diganti dengan buah-buahan. Tambahkan porsi buah-buahan dalam menu sehari-hari untuk menggantikan sayur. Fungsi buah dan sayur pada makanan sama, tak ada perbedaan sehingga bisa saling menggantikan. Pada umumnya anak akan menyukai hampir semua jenis buah-buahan,' kata Lilik.

Tapi, bukan berarti sayuran terus dilupakan begitu saja, lo. Sumber vitamin tersebut harus diperkenalkan setiap hari pada si kecil. Cara memperkenalkannya membutuhkan trik khusus. Salah satunya Ibu bisa menyulap sayuran menjadi makanan yang menarik sehingga si kecil tertarik untuk mengkonsumsinya. Misal, Ibu bisa membuat kue atau cake dari wortel. Atau buatlah menu dengan bahan sayur-sayuran seperti wortel dan labu siam menjadi seperti es buah. 'Dengan dipotong kecil-kecil sayuran tersebut jadi tersamar dan tidak kelihatan sebagai sayur. Diharapkan

dengan begitu anak jadi mau memakannya.' Bisa juga sayuran tadi dicampur dengan bahan lain, seperti telur. Jadi selain tersamar, rasanya pun berbeda. 'Karena, kan, anak biasanya enggak mau makan sayur karena rasanya ada pahit-pahitnya'.

Cara lainnya, dengan menggunakan alat bantu makan yang menarik.Ibu-Bapak bisa menggunakan piring atau mangkuk lucu untuk memancing si kecil. Secara psikologis si kecil yang masih balita akan suka melihat gambar binatang lucu yang menempel di alat makannya. 'Kronologisnya mungkin begini, anak suka melihat gambar yang ada di alat makannya sehingga jadi terhibur. Maka ketika dia disuruh bilang 'Aaaa', ya, dia nurut karena dia lupa sehingga makanan bisa masuk ke mulutnya. Lain kalau anak sedang serius, dikasih juga dia enggak mau. Jadi Ibu memang dituntut harus kreatif.'

SEJAK BAYI
Namun, Bu-Pak, cara paling efektif agar anak menyukai sayur adalah dengan memperkenalkannya sejak mereka masih bayi. Tepatnya ketika ia sudah boleh mengkonsumsi makanan semi padat; sekitar usia 6 bulan. Sayuran tersebut dicampur ke dalam nasi tim saring. Biasanya untuk awal, pilih sayuran yang berserat rendah; wortel, tomat, labu kuning, kangkung

atau bayam. Bayam boleh, kok, dikonsumsi bayi. Hanya saja perlu memperhatikan beberapa hal. Misal, masak bayam untuk sekali saja. Jadi, jangan masak untuk dua porsi; satu porsi untuk makan siang, kemudian porsi berikutnya dihangatkan untuk makan sore. 'Sebaiknya untuk bayam Ibu masak dua kali; siang dan sore. Karena bila bayam dipanaskan kembali maka kandungannya sudah tidak baik lagi untuk bayi.'

Setelah usia bayi menginjak sekitar 8 bulan, sayur-sayuran bisa disajikan dalam bentuk lebih kasar. Jadi Ibu tak perlu memblender lagi namun cukup mencincang saja. Jenis sayurannya juga sudah bisa ditambah dengan yang berserat lebih kasar, semisal kacang panjang atau buncis. 'Untuk balita terutama yang memiliki kelainan saluran cerna, sayuran yang menimbulkan gas seperti kol dan sawi perlu dihindari dulu. Dikhawatirkan anak menjadi kembung dan malah rewel.'

Nah, dengan memperkenalkan sayuran sejak dini, si kecil akan mengingat rasa sayuran itu terus. Bukankah pada masa satu tahun pertama, memori bayi sangat kuat?

VITAMIN TERJAGA
 Namun hati-hati ketika mengolah sayur, ya, Bu-Pak karena salah sedikit bisa-bisa manfaatnya jadi berkurang. Saat akan mencuci sayur sebaiknya dicuci dulu baru dipotong. 'Sayuran yang sudah dipotong-potong, kan, permukaannya banyak. Nah, bila diguyur dengan air bisa-bisa kandungan vitaminnya, seperti vitamih C akan terbuang begitu saja. Karena vitamin C, kan, larut dalam air,' jelasnya. Selain itu, sebaiknya mencuci sayuran pun di dalam air mengalir untuk menghilangkan racun. 
 
Kemudian, cara memasaknya pun ada kiat khusus; jangan digodok terlalu lama. Bila ingin merebus sayur, biarkan air mendidih terlebih dulu, barumasukan sayurannya. 'Jangan terlalu lama dan airnya juga jangan terlalu banyak. Karena sifat vitamin yang tak larut  dalam lemak seperti vitamin C yang banyak dikandung dalam sayuran mudah sekali rusak dalam pemanasan atau akan rusak kalau kena penguapan dan panas tinggi.'

BANYAK MANFAAT
Yang jelas, Bu-Pak, sayuran yang berwarna, lanjut Lilik, lebih banyak manfaatnya ketimbang sayuran yang tak berwarna karena sayuran berwarna memiliki beta karoten. Seperti kita tahu beta karoten berguna untuk mengubah pro-vitamin A yang dikandung dalam sayuran menjadi vitamin A. 'Vitamin A dalam sayuran sebenarnya, kan, tak ada. Tapi merupakan olahan dari pro-vitamin A yang diubah menjadi vitamin A dengan bantuan beta karoten. Sedangkan vitamin A banyak terdapat pada hewan.' Contoh sayuran yang mempunyai banyak beta karoten adalah sayuran yang berwarna; sayuran berwarna merah, seperti wortel atau tomat, dan sayuran berwarna hijau seperti kangkung atau bayam.

Pro-vitamin A dalam sayuran berguna untuk pertumbuhan tulang, mata, rambut dan kulit si kecil. Selain itu, juga bermanfaat untuk mengganti sel-sel tubuh, mengganti selaput lendir mata, dan meningkatkan kekebalan tubuh terhadap infeksi. Manfaat sayuran tak terbatas sampai di situ, lo. Misal, karena sayuran mengandung vitamin B kompleks, maka sayuran bisa membantu proses metabolisme pembentukan sel darah merah dan bisa meningkatkan selera makan si kecil. Kemudian, menjaga sistem saraf, membantu proses perubahan karbohidrat menjadi energi, dan membantu sel tubuh menggunakan oksigen. Vitamin C yang dikandung sayuran penting untuk memelihara kesehatan gigi, gusi, kulit, otot dan tulang. Selain itu, vitamin C bisa mempercepat penyembuhan luka, menambah daya serap tubuh atas zat besi, dan dapat mencegah flu. Sedangkan vitamin E dalam sayuran hijau, penting untuk proses metabolisme dan menjaga kesehatan kulit dan otot.

Selain mengandung banyak vitamin, jelas Lilik, sayuran juga memiliki beberapa mineral yang dibutuhkan tubuh, seperti kalsium dan zat besi. Kalsium penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi, untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh dan berguna untuk perkembangan sel saraf dan otak. Sedangkan zat besi dalam sayur bisa membantu pembentukan hemoglobin yang berfungsi mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh sel-sel tubuh, serta dapat mencegah anemia. Na, Bu-Pak, mengingat begitu banyak manfaatnya bagi pertumbuhan si kecil, perkenalkan sayuran secara bertahap dan terus-menerus. Tapi ingat, ya, jangan dipaksa. Berkreasilah lebih banyak dan banyak lagi, demi si kecil.

VARIASIKAN MAKANAN
Bisa dipastikan semua ahli gizi selalu menyarankan agar makanan bagi si kecil harus beragam dan bervariasi. 'Dengan memperoleh makanan yang beraneka macam, si kecil bukan hanya memperoleh gizi yang baik, tapi juga memudahkannya untuk menerima makanan baru,' tandas Lilik. Selain itu, pemberian makanan beragam dan bervariasi pun agar orang tua tak kerepotan. Coba, deh, kalau anak hanya suka makanan yang itu-itu saja. Kemudian, diajak bepergian sementara makanan yang disuka tidak ada. Bukan tidak mungkin dia menolak makan sama sekali. 'Kalau sudah begitu, siapa yang repot?'

PERKENALKAN SAYUR LOKAL
Salah satu sayuran yang disarankan untuk dikonsumsi adalah brokoli karena mengandung zat anti kanker. 'Saya tidak mengerti mengapa brokoli sangat disarankan di Amerika sana. Mungkin karena fungsinya sebagai anti kanker, ya?' tutur Lilik. Tapi, karena baunya yang khas, tak semua anak menyukainya. 'Jika sudah demikian, tak perlu terlalu dipaksa. Toh,sayuran lokal pun banyak yang tak kalah manfaatnya dari brokoli.'

Apalagi brokoli relatif mahal dan tak bisa diperoleh di sembarang tempat. Jadi, kenapa kita enggak menggunakan sayuran lokal saja. Misal, daun singkong bisa diperkenalkan dengan diiris-iris halus. 'Daun singkong itu, kan, zat besinya tinggi, jadi cocok untuk anak yang tengah dalam masa pertumbuhan.

Minggu, 13 Februari 2011

PERTUMBUHAN BALITA

Si kecil tumbuh begitu cepat. Untuk memantau perkembangannya, Anda perlu mengetahui tahapan kecerdasan yang harus dicapai bayi tiap bulannya.
Perkembangan kecerdasan bayi mencakup kemampuan perseptual, motorik, kognitif dan keterampilan sosial. Bila tahapan perkembangannya ada yang tidak tercapai, berarti perlu ada yang harus diwaspadai. Inilah standar yang sudah dibakukan berdasarkan penelitian statistik terhadap mayoritas bayi normal. Bila terdapat keterlambatan perkembangan yang tidak terlalu ekstrem, Anda tidak perlu cemas, karena perkembangan setiap bayi memang berbeda-beda. Namun, jika bunda merasa perkembangan buah hati terlalu lambat, saatnya berkonsultasi dengan dokter anak yang menangani tumbuh-kembang balita.
Umur bayi
Tahapan perkembangan
Hal yang disukai bayi
Waspada bila
0-1 bulan
Menunjukkan perilaku pemicu kasih sayang, menangis, meringkuk, mendekut, Mengangkat kepala, Tangan terkepal erat, Menangis, mendengkur, tersenyum, menangis di saat tidur, penglihatan masih buram , Tidur, bangun, makan, secara tidak menentu, Tingkah lakunya lebih sering dilakukan secara refleks Sentuhan kulit dengan kulit, digendong dengan tangan atau gendongan, makan tanpa dijadwal, mengadakan kontak mata, dan mendengar suara bunda
2 bulan
Terhubung secara visual dengan bunda
Lengan dan kaki relaks, kepala diangkat setinggi 45 derajat, kepala masih terhuyung bila digendong dalam keadaan duduk
Sebagian jari mulai membuka, mulai dapat menggenggam giring-giring
Ia bisa menjerit, membuat suara seperti sedang minum, dada berbunyi
Tersenyum dengan responsif, bisa membaca suasana hati orangtua, sibuk dengan ibu jarinya, mengadakan kontak mata, memerhatikan orang yang bergerak, menangis bila diturunkan dari gendongan
Mulai senang berkomunikasi, protes bila kebutuhannya tidak terpenuhi, memberi isyarat.
Membuat asosiasi bahwa tangisan berarti digendong atau disusui
Digendong dalam kain gendongan, melihat ke arah yang bergerak, suka musik klasik, berbaring di dada ayah
3 bulan
Memainkan tangan
Lengan dan kaki digerakkan secara sempurna, dapat membuat gerakan bebas dan memutar
Kepala diangkat lebih tinggi dari punggung, kepala bisa diangkat tegak saat digendong
Berguling
Sudah bisa menggoyangkan giring-giring, bisa mengisap ibu jari
Membuat suara lebih keras, mulai tertawa
Bisa menyebabkan orang bereaksi dengan senyum, tangisan, dan bahasa tubuh
Bersandar di dada bunda, bermain dengan tangannya sendiri, menunjuk ke sesuatu yang bergerak
4 bulan
Bisa mengamati dengan akurat, sudah bisa mengangkat lengan ketika ingin digendong, tertawa geli bila digelitik
Bisa memeluk dengan dua tangan, menggenggam, memegang dada bunda
Mengangkat dada dan perut atas saat tengkurap
Tahu bahwa orang dan benda memiliki nama (contohnya kucing)
Menyapa si pengasuh dan mengajaknya bermain, memainkan jemari, bermain dengan mainan bayi, menggelindingkan bola, posisi menghadap ke depan bila digendong
5 bulan
Meraih sesuatu dengan satu tangan
Berguling ke belakang, bisa melakukan posisi push-up, bisa mengjangkau jari kaki, mainan dapat dipindahkan dari tangan yang satu ke tangan lainnya dan ke mulut
Menengok ke arah orang yang berbicara, berusaha meniru suara-suara, tertarik pada warna, menggunakan tangan untuk mendorong bila ia sedang tidak mau diganggu
Mendorong dengan menggunakan kaki, memencet hidung bunda, menarik rambut, meraba dan menyembunyikan mainannya, duduk di kursi bayi dan bermain di pangkuan, bermain cilukba
6 bulan
Duduk sendiri, berguling-guling, berdiri dengan berpegangan
Menunjuk mainan, sudah bisa menjumput
Senang akan suaranya: berteriak, tertawa, menggeram, serta meniru sikap wajah dengan lebih baik
Lebih lama bermain
Bermain dengan balok-balok, membanting mainan, diayun-ayun, bila digendong posisinya berubah menjadi di pinggang
6-9 bulan
Merangkak, duduk tegak, mendorong badan ke atas sampai berdiri, menjumput denganibu jari dan telunjuk, makan sendiri (berantakan), menjatuhkan mainan
Terus merespon bila namanya disebut
Bergoyang seirama musik, bermain cilukba, memainkan makanan, permainan yang menggunakan kata-kata dan irama, menggelindingkan bola, tertarik pada objek kecil
9-12 bulan
Sering merangkak, dari duduk bisa menjadi merangkak sendiri, berkeliling di sekitar perabotan, berdiri tanpa berpegangan, langkah pertama masih kaku, belum tegap
Menggenggam erat, menunjuk dan mencongkel dengan jari telunjuk, menumpuk dan menjatuhkan balok-balok, menunjukkan dominasi tangan
Mengatakan “mama” dan “dada”, mengerti kata ‘tidak’, mengerti sikap tubuh seperti melambaikan tangan
Menunjukkan ingatannya akan kejadian yang baru berlalu, ingat letak mainannya ketika tertutupi
Berhenti menangis ketika bertemu bunda, menunjukkan kegelisahan akibat perpisahan
Bermain dengan wadah-wadahan: mencampur, mengisi, menimbun. Merogoh isi kantong ayah, mengamati diri sendiri di depan cermin, membanting dan mencocokkan tutup dengan wadah, menumpuk dua atau tiga balok
  • Belum bisa merangkak
  • Belum bisa tengkurap
  • Tidak dapat mengambil barang yang berada di depannya
  • Belum bisa mengucapkan sepatah kata
  • Belum bisa menirukan gerakan tubuh, tidak bisa melambaikan tangan atau menggelengkan kepala
  • Belum bisa menunjuk barang atau gambar
12-15 bulan
Berjalan
Menggunakan peralatan seperti sikat gigi dan sisir, memegang botol, lebih gampang dipakaikan baju
Mengucapkan 4-6 kata yang dapat dimengerti, mengenali nama dan menunjuk ke orang yang ia kenal, tertawa saat melihat gambar lucu
Mulai mempelajari cara mencocokkan sesuatu
Mendorong dan menarik mainan ketika berjalan, melempar bola, permainan dengan menyentuh, mengosongkan laci dan mengmbil isinya, menjelajahi bahu ayah, berbicara pada mainan, meniru suara binatang
15-18 bulan
Mengerti bahasa sederhana, mengendarai mainan beroda empat, mencoba menendang bola walau sering meleset, membuka laci, menurut ketika dipakaikan baju, mengonsumsi makanan berkuah
Mengatakan 10-20 kata yang bisa dimengerti
Mengamati bermacam bentuk, mengenali gambar di buku
Berlari walau kadang-kadang terjatuh
Mendorong kereta mainan, mengetukkan palu karet mainan, melakukan permainan bagian-tubuh “mana Hidung”, menari seirama dengan musik, memutar dan menekan kenop, bermain cilukba dan berkejaran
  • Belum bisa berkata setidaknya 15 kata
18-24 bulan
Lancar berjalan dan berlari, bisa memanjat keluar dari ranjangnya, membuka pintu, menaiki tangga tanpa bantuan
Mengerti bahasa sehari-hari
Membuka bungkusan, mencuci tangan, duduk di kursi tanpa bantuan
Mengatakan 20-25 kata yang bisa dimengerti
Mencari tahu segala sesuatu sebelum melakukannya, menggambar lingkaran, membuat garis, mengerti dua perintah sekaligus
Menarik kereta mainan, membantu di dalam rumah, berjungkir balik, berdiri di atas pijakan, menggunakan rak, meja, dan kursinya sendiri untuk bermain, “membaca” buku bergambar sambil membalik-balik halaman
  • Belum bisa berjalan
  • Setelah bisa berjalan, berjalannya abnormal
  • Belum bisa merangkai kalimat dari dua kata
  • Belum tahu fungsi alat-alat yang sering dipakai di rumah seperti telepon, sendok, gelas.
  • Belum mampu menirukan gerakan tubuh atau kata
  • Belum bisa menggerakkan mainan beroda.
3 tahun
Berdiri dengan satu kaki Senang bermain air
  • Masih sering terjatuh saat berjalan
  • Ucapannya tidak jelas
  • Belum bisa menyusun balok
  • Belum bisa berkomunikasi
  • Belum bisa bermain sebagai ayah/ibu
  • Belum bisa memahami perintah sederhana
  • Tidak tertarik pada anak lain
  • Susah berpisah dengan ibu.
4 tahun
Berlari, melompat, memanjat, naik sepeda roda tiga Menanyakan sederet pertanyaan setiap hari
  • Belum bisa melempar bola
  • Belum bisa melompat
  • Belum bisa naik sepeda roda tiga
  • Masih menangis bila ditinggal pergi orang tuanya
  • Tidak suka permainan interaktif
  • Tidak acuh pada anak lain
5 tahun
Melompat dengan satu kaki, memanjat, bermain sepatu roda, bermain sepeda Belajar berbahasa lebih baik, bahkan juga bahasa asing
  • Sangat penakut
  • Berprilaku agresif
  • Sulit berpisah dari orang tuanya
  • Tidak mampu berkonsentrasi lebih dari 5 menit
  • Tidak tertarik pada anak lain
  • Merespon orang di sekitarnya dengan datar.

MUNTAH DAN DIARE PADA BAYI

Muntah serta diare pada bayi bisa disebabkan oleh virus, bakteri, atau makanan yang sulit dicerna olehnya.

Muntah dan diare bisa menjadi berbahaya bagi bayi Anda bila dia mengalami dehidrasi, karena kehilangan terlalu banyak cairan. Pada bayi usia dini, dehidrasi bisa berlangsung dalam waktu singkat, oleh karena itu Anda perlu berhati-hati.

Beberapa ciri dehidrasi pada bayi adalah sebagai berikut:

Rewel
Susah makan
Berat badan turun
Frekuensi buang air kecil berkurang
Warna air seninya lebih gelap dibandingkan biasanya
Detak jantung yang cepat
Mulutnya kering
Menunjukkan rasa haus
Matanya sayu
Tidak mengeluarkan air mata ketika menangis

Nah, kalau hal ini terjadi pada bayi Anda, pastikan Anda segera memberikan Solusi Rehidrasi Oral dengan memberikan larutan campuran garam, gula dan potasium dengan kadar yang tepat.

Untuk kasus bayi muntah, berikan larutan tersebut sedikit-sedikit namun sering. Anda bisa memberikan 1 sendok larutan setiap beberapa menit. Kalau si kecil terus muntah, tetap berikan 30-60 menit setelah dia muntah.

Untuk kasus bayi diare, bila dia tidak muntah, maka Anda bisa memberikan larutan tersebut dalam jumlah banyak sekaligus.

Apabila bayi Anda masih menetek, terus berikan ASI kepadanya seiring dengan pemberian larutan rehidrasi. Sedangkan untuk bayi yang meminum susu formula, sebagian dokter menyarankan untuk menggantikan susunya sementara dengan larutan rehidrasi selama 12-24 jam pertama.