“ CITRA MUTIARA AGENCY ” BABY SITTER & HOME CARE Jl. Kemang Timur VIII No 15 Bangka – Kemang Telp : ( 021 ) 97826999 - 08176922252 - 081517150075 JAKARTA SELATAN - 12730
RAHASIA BABYSITTER / PEMBANTU BETAH KERJA
1. Rumah Anda kurang nyaman buatnya Siapa yang bisa mengharapkan rumah jadi bersih dan rapi ketika ada anak-anak? Tetapi, di luar keadaan rumah yang berantakan karena ulah anak-anak, mungkin ada hal-hal yang mengganggunya. Entah itu lokasi rumah yang jauh dari keramaian, kamar yang terlalu sempit, atau bahkan kehadiran pembantu rumah tangga yang dianggapnya pesaing? Anda perlu tahu kapan pengasuh perlu dibantu atau didukung, dan kapan ia harus mengatasi masalahnya sendiri. Jika tugasnya memang hanya mengasuh anak, jangan mengharapkan membereskan bak cuci piring yang penuh dengan piring kotor dan sisa makanan di atasnya. 2. Ia ingin kenaikan gaji Bila Anda bekerja di perusahaan, akan lebih mudah untuk meminta kenaikan gaji. Bahkan, ada kenaikan gaji secara kolektif setiap tahun. Sewajarnya, ada kenaikan gaji berkala juga untuk baby sitter atau PRT. Baby sitter yang bekerja secara full time tentu tahu bagaimana kondisi finansial Anda sehari-hari, namun mungkin mereka enggan memintanya pada Anda. Ketika merasa sudah tak tahan, solusi mereka akhirnya hanya minta berhenti bekerja. Bila ia sudah bekerja selama bertahun-tahun, dan Anda puas dengan pekerjaannya, tak ada salahnya Anda memberikan gaji yang layak. Jangan lupa, ketika jumlah anggota keluarga Anda bertambah, sebaiknya tambah juga gajinya. 3. Anda terlalu banyak aturan Setiap keluarga tentu memiliki aturan sendiri. Adalah tugas si pengasuh untuk menyesuaikan diri dengan aturan “setempat” ketika ia mulai bekerja pada Anda. Namun, ketika Anda menetapkan terlalu banyak aturan buatnya (apalagi yang tidak prinsip), wajar bila ia merasa sulit mengikutinya. Jangankan pengasuh, suami Anda saja mungkin tidak betah dengan segala macam aturan Anda. 4. Anda meremehkan otoritasnya Jika pengasuh menetapkan aturan tertentu untuk si kecil, jangan melakukan yang sebaliknya ketika pengasuh sedang tak ada. Hal itu hanya akan mengurangi respek si kecil terhadap pengasuhnya. Di lain pihak, baby sitter yang baik akan menghargai aturan Anda, dan ingin Anda menghargai apa yang dilakukannya juga. Bila ia memang sudah berpengalaman, jangan memperlakukannya seolah ia tidak tahu cara mengasuh anak. 5. Ia tidak sepakat dengan gaya pengasuhan Anda Pengasuh yang berpengalaman mungkin kurang setuju ketika Anda masih memberikan susu dalam botol untuk si kecil yang sudah berusia 3 tahun. Atau, ia resah ketika Anda terus memberinya cokelat atau es krim, karena setelah itu ia akan kesulitan membuat si kecil mau memakan nasinya. Atau, Anda selalu memintanya menggendong si kecil bila mulai menangis, sementara tubuh si kecil benar-benar berat. 6. Pekerjaan rumah tangga lebih banyak daripada tugas mengasuh anak Oke, awalnya mungkin ia sepakat untuk membantu menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Namun lama-kelamaan, pekerjaan rumah tangga ini lebih menyita waktu daripada tugas mengasuh anak. Meskipun ia sudah berusaha ber-multitasking, misalnya menyuapi si kecil sambil mencuci pakaian (dengan mesin, tentunya), tetap saja ada momen ketika perhatiannya teralih dari anak. Padahal bila sesuatu terjadi pada anak, Anda pasti menyalahkan pengasuh. 7. Ia juga perlu makan Pernahkah Anda melihat pemandangan di restoran, ketika satu keluarga makan makanan enak, sedangkan para baby sitter-nya duduk di meja terpisah dengan menu makanan yang terlihat “paling murah”? Mungkin ini hanya asumsi, tapi ingatlah, mereka adalah bagian dari keluarga Anda juga. Pastikan mereka selalu mendapatkan sarapan, makan siang, dan makan malam sesuai waktunya. Banyak dari mereka yang menunggu sampai disuruh majikannya, tapi jangan kaget juga bila mereka berinisiatif mengambil sendiri makanannya. Mungkin, Anda lupa memintanya makan.
Bedong Bayi – Manfaat dan Cara Membedong yang Baik
Membedong merupakan istilah di negeri kita untuk ‘membungkus’ bayi dengan kain. Kain yang digunakan pun biasa disebut dengan kain bedong. Beberapa manfaat membedong bayi, antara lain:
- Membantu bayi Anda agar tidak terganggu dengan gerakan kejut yang biasa dikenal dengan refleks Moro - Membantu bayi Anda untuk tetap hangat, terutama pada hari-hari pertama dalam kehidupannya. Nantinya secara berangsur, tubuhnya akan menyesuaikan dengan lingkungan sekitar, sehingga kain bedong tidak diperlukan lagi - Membantu menenangkan bayi Anda
Ketika bayi Anda dibedong dengan benar, dia akan merasa hangat dan aman, dan bedong pun berguna untuk menenangkan si kecil ketika dia menerima rangsangan yang berlebihan.
Jika Anda melahirkan di bidan, maupun di rumah sakit, biasanya sebelum pulang, mereka akan mengajarkan kepada Anda bagaimana cara membedong si kecil. Namun jika Anda masih bingung, atau belum percaya diri melakukannya, Anda bisa melihat video singkat kami mengenai salah satu cara yang baik untuk membedong bayi Anda.
Beberapa Tips Seputar Membedong Bayi
Perhatikan kondisi bayi Anda ketika awal akan membedong; jangan melakukannya ketika dia sedang lapar misalnya, atau masih basah setelah mandi, ataupun ketika ia sedang lelah
Jangan membedong terlalu kencang, dengan memaksa kaki bayi agar lurus, karena praktek seperti ini akan merusak sendi lututnya dan juga bisa menyebabkan displasia pangkal paha (hip dysplasia). Untuk mencegahnya, pastikan Anda meninggalkan ruang yang cukup pada bagian bawah bedong (bagian kaki), sehingga bayi Anda tetap bisa menekuk lututnya
Jika cuacanya dingin, Anda boleh memakaikan baju dan celana panjang kepada si kecil sebelum ia dibedong. Namun jika cuaca sedang panas, pastikan ia hanya memakai kaos singlet dan celana pendek. Kalau tidak, ia akan sangat kepanasan
Jangan sampai kain bedong menutupi daerah wajah bayi Anda
Ketika bayi Anda tertidur dengan dibedong, sebaiknya ia jangan diletakkan berdampingan dengan Anda, karena ia pun mungkin akan kepanasan. Bayi yang dibedong ketika tidur, sebaiknya dibuat sedemikian rupa sehingga sekelilingnya merupakan udara bebas dan tidak tertutup, agar ia memperoleh cukup udara dan tidak merasa kepanasan
- langkah membedong bayi, urutan berlawanan arah jarum jam -
Langkah Membedong Bayi
Bentangkan kain bedong pada permukaan yang rata, dengan bentuk seperti berlian – (gambar 1)
Lipat sudut bagian atasnya ke bawah, sebanyak sekitar 15-20 cm, sehingga permukaan atas kain membentuk garis horisontal – (gambar 1)
Letakkan bayi Anda perlahan pada punggungnya, sehingga ujung atas kain yang horisontal tadi berada sejajar dengan bahunya – (gambar 1)
Turunkan tangan kanan bayi Anda sehingga berada di samping tubuhnya – (gambar 2)
Tarik sudut kain bedong yang berada di sisi tangan kanannya tadi untuk menyelimuti tangan dan dadanya, lalu selipkan ujung kain tersebut ke bawah punggungnya yang ada di sisi kiri tubuhnya – (gambar 2)
Turunkan tangan kiri bayi Anda, sehingga berada di samping tubuhnya
Tarik sudut kain bedong yang berada di sisi tangan kirinya tadi untuk menyelimuti tangan dan dadanya, lalu selipkan ujung kain tersebut ke bawah punggungnya yang ada di sisi kanan tubuhnya
Atau bisa juga dengan cara seperti pada gambar 3
Pelintir atau lipat ujung kain bedong bagian bawah, lalu selipkan ke bawah tubuhnya, tapi biarkan longgar, jangan terlalu kencang, sehingga lutunya bisa dilipat olehnya, pinggulnya bisa bergerak dengan baik dan ia pun bisa meregangkan kakinya degan mudah
- video salah satu cara membedong bayi yang baik -